#under_header{ margin:10px 0; padding:1%; width:98%; }

Jumat, 23 Oktober 2020

Kenalan sepintas dengan MS Word

Mari mengenal sedikit ms word yang digunakan untuk menulis skripsi.

Semoga bermanfaat.








Rabu, 21 Oktober 2020

Teknis Awal Penulisan Skripsi

Setelah melalui proses penulisan skripsi, saya menyadari bahwa salah satu kekurangan sebagian besar mahasiswa tingkat akhir adalah teknis pengetikan.,


Hal kecil tapi kadang bikin ribet dan sering dilupakan. Saya mencoba membagikan beberapa hal teknis yang sebaiknya diatur dari awal.

lengkapnya di youtube ya.. 

https://youtu.be/EdT_X0zDbA8


Rabu, 14 Oktober 2020

(katanya) Pejuang Skripsi

 

Skripsi bukan sekadar mengajar kita memperjuangkan sebuah gelar di belakang nama..


tapi mengajar kita banyak hal..

mis. disiplin, manage diri sendiri, kerja keras, bgmn menghadapi org lain, bertanggung jawab atas tulisan kita dsb.

berhentilah mengeluh dan belajarlah hal yang perlu..

termasuk mari berefleksi sekuat apa motivasi kita menyelesaikan apa yang sudah kita mulai..

ahhh,, gampang ko bilang begitu krn sdh selesai..


maaf,, teman.. saya tidak hanya tidur2an dan tulisan itu selesai dgn sendirinya.. ada proses panjang yang saya alami.. dan itu bukan hanya 4th belakangan..


banyak pengalaman pahit yang harus saya lalui juga..


tapi pengalaman itu mengajar saya untuk menyelesaikan dengan baik.


ketakutan untuk tidak selesaipun tetap melekat di diri saya tapi haruskah saya terjebak pada ketakutan itu?


ketakutan itu membawa saya pada keinginan untuk mempersiapkan lebih baik lagi agar hasilnya baik.. keinginan untuk melakukan yang baik.. dan memanfaatkannya dengan baik..

pejuang skripsi, pejuang gelar atau apapun itu namax,,


aduh,, terlalu dangkal keinginanmu kalau hanya sebatas itu.


berjuanglah untuk mengaktualisasikan yang versi terbaik dirimu dalam segala hal,, termasuk dalam kata, tindakan dan apapun yang kau buat..


keinginan sebatas kertas dan gelar itu hanya akan membuatmu terbebani.. membuat prosesmu tdk berarti..


setelah gelar ada di belakang nama,, lalu apa???


Selasa, 13 Oktober 2020

Proyek harapan 😊

Menulis ini dari tanah Mappak..

Dimana kesederhanaan sungguh senantiasa disyukuri dan dinikmati dengan alam yang luar biasa indah.

Sayangnya kamu tak ada di sini menemani.

Sungguh, tak ada yang dapat dikeluhkan lagi.

Semua cukup untuk senantiasa disyukuri..

Sama halnya dalam hidup ini.

Tak ingin meminta lebih.

Cukup menjalaninya bersamamu..

Suka duka hidup akan senantiasa dijalani dengan lapang dada.

Sungguh..

hanya ingin meminta itu.

Tak ingin meminta lebih.

Ingin menghabiskan waktu, hingga hari tua bersamamu.

mengusahakan semua,, berbagi dengan siapa saja yang dijumpai, menjadi penyalur berkat Tuhan dimanapun terdampar.

Apapun yang kau nantinya usahakan akan menjadi selalu berkat buatQ..

Senantiasa berdoa agar kau memiliki keinginan yang sama denganQ.

Senantiasa sehat untuk menjagaQ.

Menghabiskan waktu semalam suntuk u berbagi cerita berbagi berkat dgn org lain.

Saling menguatkan.

Dan saling mencintai..

Doaku itu untuk kita..


Ma'dandan, 9 Okt 2020

Kamis, 09 April 2020

Mengulik Pelaksanaan Misa Kamis Putih live Streaming di tengah Pandemi Covid19

Mari belajar mengulik pelaksanaan Misa Perayaan Kamis Putih berdasarkan dokumen PERAYAAN PASKAH DAN PERSIAPANNYA (Litterae Circulares De Festis Paschalibus Praeparandis et Celebrandis) yang dipromulgasikan oleh Congregatio Pro Cultu Divino (Kongregasi Ibadat Ilahi) pada 16 Januari 1988 disandingkan dengan DECREE In Time of Covid-19 yang terbitkan oleh Congregatio De Cultu Divino et Disciplina Sacramentorum (Kongregasi Ibadat Ilahi dan Disiplin Sakramen) pada 19 Maret 2020.

Seperti yang dikutip dari Dekrit yang dikeluarkan menghadapi Covid-19, Paskah sebagai jantung dari seluruh tahun liturgi tidak dapat dipindahkan pada waktu yang lain sekalipun terkait dengan pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu, Kongregasi untuk Ibadat Ilahi dan Disiplin Sakramen menerbitkan sebuah dekrit untuk memberikan rekomendasi pelaksanaan Triduum Paskah khusus untuk tahun 2020.

Terkait Kamis Putih, dekrit tersebut memberikan petunjuk umum berupa:


  1. Di Katedral dan paroki sejauh memungkinkan, pastor paroki dapat merayakan misa Perjamuan Tuhan pada sore hari. Kewenangan untuk merayakan misa pada hari itu di tempat yang layak tanpa umat beriman diberikan tanpa kecuali kepada seluruh imam.
  2. Pembasuhan kaki yang memang pada dasarnya bersifat optional, ditiadakan
  3. Pada akhir misa, perarakan Sakramen Mahakudus ke tempat baru ditiadakan dan Sakramen Mahakudus tetap disimpan di dalam tabernakel.
  4. Para imam yang tidak dapat merayakanNya hendaknya mengganti dengan mendoakan Vesper untuk hari itu


Walaupun demikian, selain
yang diberikan dalam dekrit tersebut, hal lain tetap dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada sebelumnya, yaitu yang dicantumkan dalam dokumen PERAYAAN PASKAH DAN PERSIAPANNYA (Litterae Circulares De Festis Paschalibus Praeparandis et Celebrandis).

Akan tetapi, dengan maraknya pelaksanaan misa live streaming yang bermaksud membantu umat untuk menghayati perayaan tersebut dan membantu dalam doa mempersatukan diri di rumah masing-masing, tetap saja ada yang dilaksanakan tidak sesuai dengan aturan yang dimaksudkan.

Tulisan ini dimaksudkan agar Perayaan Paskah yang dirayakan tidak dilakukan dengan ala kadarnya atau melulu sesuai kebiasaan turun temurun. Sudah saatnya untuk mengoreksi kekeliruan yang mungkin telah dilakukan selama bertahun-tahun sehingga pada tahun-tahun berikut, kita dapat melakukannya sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Vatikan, khususnya oleh Kongregasi untuk Ibadat Ilahi dan Disiplin Sakramen.
Bukankah Gereja Katolik penuh dengan simbol atau tanda dan kesemuanya itu memiliki makna?

Beberapa kekeliruan yang dilakukan pada perayaan Misa Kamis Putih 9 April 2020 ini yang tampak pada misa live-streaming adalah sebagai berikut:

  1. Sebelum perayaan Misa Kamis Putih, tabernakel harus kosong sama sekali.  Hosti yang dikonsekrir pada perayaan itu harus cukup juga untuk komuni pada Jumat Agung. – art. 48, hal ini menandakan bahwa Misa Kamis Putih inilah awal kelahiran Perayaan Ekaristi.
  2. Sementara Gloria dinyanyikan, lonceng-lonceng dibunyikan, bila lazim, dan setelah itu hening sampai Gloria di malam Paskah, kecuali jika ditentukan lain oleh KWI atau Uskup setempat. Selama waktu itu juga, orgel dan alat musik lain hanya boleh dipakai untuk mendukung nyanyian – art. 50, bdk dengan art. 17 dimana disebutkan bahwa TIDAK DIPERKENANKAN menghias altar dengan bunga-bunya dan bunyi alat-alat musik diperkenankan hanya untuk mengiringi nyanyian karena keduanya menggarisbawahi ciri tobat masa ini. 
  3. Setelah doa penutup diadakan prosesi pemindahan Sakramen Mahakudus diiringi dengan Madah Pange Lingua – art. 54 tetapi hal ini kemudian ditiadakan khusus untuk misa Kamis Putih pada tahun 2020 kali ini (lihat dekrit di atas). Hal ini bukan berarti digantikan dengan Kebaktian Pujian Kepada Sakramen Mahakudus (Salve); Tetapi Sakramen Mahakudus tetap disimpan dalam tabernakel.
  4. Misa lazimnya tidak ditutup dengan lagu penutup karena langsung disambung dengan adorasi bahkan tidak juga dengan berkat dan tanda salib. Hal ini dikaitkan dengan berkat meriah yang akan diberikan pada perayaan malam Paskah sehingga Misa Kamis Putih, Ibadat Jumat Agung dan Misa Malam Paskah merupakan rangkaian peringatan yang disebut sebagai Triduum Paskah atau Trihari Suci yang hendaknya diikuti oleh umat beriman secara keseluruhan. Sayangnya, ada praktek yang sangat terlihat bahwa jumlah umat yang hadir sangat banyak pada salah satu perayaan saja.
  5. SakramenMahakudus ditempatkan dalam tabernakel yang kemudian ditutup. Pentakhtahan dengan monstran tak diperkenankan. – art.  55. Setelah misa Kamis Putih, kaum beriman diajak untuk mengadakan adorasi malam di hadapan Sakramen Mahakudus dalam gereja – dapat dibacakan sebagian dari Injil Yohanes (bab 13-17). Adorasi setelah tengah malam tanpa upacara karena hari Sengsara Tuhan sudah dimulai. – art. 56. Hal ini yang menurut ulah kesalehan umat beriman dilakukan setelah Misa Kamis Putih yaitu tuguran secara umum ataupun oleh masing-masing kelompok kategorial, rukun ataupun secara pribadi.
  6. Setelah Misa, altar ditutupi (dgn warna yang BUKAN warna terang). Salib-salib bila mungkin diselubungi dengan kain merah atau ungu, bila belum dilakukan sejak Sabtu sebelum Minggu Prapaskah V. Di depan gambar para kudus tak boleh dinyalakan lilin. – art. 57, bdk. art. 26 dimana disebutkan mengenai kebiasaan memberi selubung kepada salib-salib dalam gereja sejak Minggu Prapaskah V hingga akhir liturgi Jumat Agung, tetapi gambar-gambar sampai awal perayaan Malam Paskah. (yang menyimbolkan kemuliaan disingkirkan pada masa ini)

Catatan khusus:
Dokumen gerejawi no.71 PERAYAAN PASKAH DAN PERSIAPANNYA (Litterae Circulares De Festis Paschalibus Praeparandis et Celebrandis) yang dikeluarkan oleh Congregatio Pro Cultu Divino (Kongregasi Ibadat Ilahi) 16 Januari 1988 berisi 108 artikel dan yang secara khusus membahas Misa perjamuan Malam Terakhir Kamis Putih ada pada artikel 44 sampai 57.

Perayaan Paskah dan Persiapannya
http://www.dokpenkwi.org/wp-content/uploads/2020/01/Seri-Dokumen-Gerejawi-No-71-PERAYAAN-PASKAH-DAN-PERSIAPANNYA.pdf

Decree In Time of Covid-19
http://www.vatican.va/roman_curia/congregations/ccdds/documents/rc_con_ccdds_doc_20200325_decreto-intempodicovid_en.html


MarTa
9 April 2020

Minggu, 28 Februari 2016

PI APP 2016 OMK Paroki Makale Minggu III

PERTEMUAN OMK III
SUB TEMA : PENGHARAPAN DALAM PERJUANGAN HIDUP

Hasil yang diharapkan :
1.     OMK menyadari bahwa untuk mencapai cita-cita OMK harus mempunyai pengharapan
2.     OMK mampu melihat harapan akan masa depan yang lebih baik dalam hidup bersama
3.     OMK menyadari bahwa berharap pada Tuhan memberi kekuatan batin dalam diri untuk terus melangkah dan tidak mudah menyerah

PROSES PENDALAMAN
1.     Lagu Pembukaan
2.     Tanda Salib dan Salam
P   : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U  : Amin
P   : Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dalam persekutuan Roh Kudus selalu beserta kita
U  : Sekarang dan selama-lamanya.

Rabu, 24 Februari 2016

PI APP 2016 OMK Paroki Makale Minggu II

PENDALAMAN IMAN APP TAHUN 2016
ORANG MUDA KATOLIK
PAROKI HATI TAK BERNODA SP MARIA MAKALE
TEMA : HIDUP PANTANG MENYERAH - TEKUN, ULET DAN SABAR

PERTEMUAN OMK II
SUB TEMA : TEKUN, ULET DAN SABAR DALAM PERJUANGAN HIDUP

Hasil yang diharapkan :
1.     OMK menyadari bahwa perjuangan hidup membutuhkan ketekunan, keuletan dan kesabaran dalam melakukan setiap pekerjaan baik yang berkelanjutan dalam hidup sehari-hari
2.     OMK menyadari bahwa ketekunan, keuletan dan kesabaran membuat kita tenang dan teguh hati menghadapi masalah
3.     OMK menyadari bahwa dengan ketekunan, keuletan dan kesabaran, kita berjumpa dan bersatu dengan Allah sang Pencipta

PROSES PENDALAMAN
1.     Lagu Pembukaan
2.     Tanda Salib dan Salam
P   : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U  : Amin
P   : Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dalam persekutuan Roh Kudus selalu beserta kita
U  : Sekarang dan selama-lamanya.

PI APP 2016 OMK Paroki Makale Minggu I

PENDALAMAN IMAN APP TAHUN 2016
ORANG MUDA KATOLIK
PAROKI HATI TAK BERNODA SP MARIA MAKALE
TEMA : HIDUP PANTANG MENYERAH - TEKUN, ULET DAN SABAR
 



PERTEMUAN OMK I
SUB TEMA : HIDUPKU ADALAH SEBUAH PERJUANGAN

Hasil yang diharapkan :
1.     OMK menyadari bahwa hidup adalah anugrah dari Tuhan yang harus diperjuangkan terus-menerus
2.     OMK menyadari bahwa hidup mempunyai nilai, sasaran dan tujuan yang tidak boleh dirusak (seperti narkoba, miras, pergaulan bebas dll)
3.     OMK menyadari bahwa dalam perjuangan hidup setiap orang harus rela berkorban untuk mencapai keberhasilan hidup

PROSES PENDALAMAN
1.     Lagu Pembukaan
2.     Tanda Salib dan Salam
P   : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U  : Amin
P   : Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dalam persekutuan Roh Kudus selalu beserta kita
U  : Sekarang dan selama-lamanya.

Senin, 04 Januari 2016

Review akhir tahun 2015 #salam damai dari Toraja

Postingan tanggal 30 Des 2015 di akun facebook pribadi saya..

Sesaat lagi meninggalkan tahun ini..
Setidaknya inilah yg paling saya rasakan..
Kebahagiaan yg dirasakan beberapa masa lebih berarti, tapi ini bukan untuk memamerkan apa yg membuat saya bahagia.. setidaknya semoga ada yg mampu memahami apa yg ingin saya sampaikan..
Beberapa bulan belakangan ini belajar bahwa ada sekelompok orang yg hanya ingin dihargai.. dengan berbagai alasan.. entah itu krn posisix lebih dr org lain, usiax lebih tua dr org lain, uangx lebih banyak dr org lain, jenjang pendidikan yg dilalui lebih dr org lain dan berbagai alasan lain.. sayangx,, ketika diperhadapkan dgn org yg posisix lebih tinggi, usiax lebih tua, pendidikanx lebih tinggi, mereka cenderung juga tak menghargai mereka..<br>
Jadi sebenarnya apa yg mrka inginkan??<br>
Yang saya, org yg hanya tamat dr jenjang pendidikan yg tak seberapa, yg saya mengerti bahwa, tak peduli itu org kaya atw org miskin, berpendidikan atw tdk, tua atwpun muda, berjabatan tinggi atw tidak, semuanya harus dihargai dan dihormati.. yg saya tau, bahwa ketika ketidakadilan berbicara, tak peduli hal2 yg sama, kita, harus menentang itu habis2an dan berjuang habis2an.. sangat memalukanlah bisa mrka yg lebih rendah jabatanx, lebih tak terpandang dan lebih tak berpendidikan dr kita, mengajarkan pelajaran moral yg harusx seiring berjalanx waktu, seiring bertambahx umur, bertambahx org2 yg kita kenal, harus lebih kita pahami dan lebih kita mengerTi.. dan harusnya lebih kita ketahui krn pengalaman2 hidup yg kita lalui.. Saya tidak ingin menyinggung siapapun.. saya tidak bermaksud merendahkan orang lain.. saya ingin menyadarkan kita, mungkin ada yg keliru yg kita lakukan tahun ini..✌
Apalah gunax seiring pertambahan umur, semua kerabat, org2 yg tulus mencintai kita mendoakan kita untuk menjadi lebih bijaksana dan dewasa jika kita tidak mengamininya dengan perbuatan dan tingkah laku kita hari lepas hari??😊
Setahun akan segera berlalu lagi.. Tidakkah kita merasa sia2 jika tak ada lagi yg baru yg kita pelajari?? Hari lepas hari, bulan lepas bulan, dan tahun lepas tahun, harusx kita memahami bahwa kita harus menjadi lebih baik, lebih bijak, lebih dari sebelumnya.. Hidup di dunia ini bukan semakin bertambah waktux tapi semakin berkurang, yg bertambah harus amal yang kita lakukan, perbuatan baik yg kita lakukan, org2 yg terinspirasi dgn kehidupan dan kisah kita, org2 yg bersyukur kita pernah ada dan pernah singgah d hidup mereka.. Kita memang tak lepas dr kesalahan.. Kita memang tak sempurna.. Tapi kita, harus belajar bahwa sepanjang hidup ini, kita memerlukan org lain dlm hidup ini.. kita tidak bisa hidup sendiri.. baiklah kepada semua org.. mungkin suatu saat, kita akan minta tolong pada mereka atau mereka menolong kita dg sendirix. Kita harus pula berterima kasih kepada mereka yg telah membantu dan menolong kita baik itu berupa materi, tenaga, waktu, moril.. Dan satu hal yang tak boleh kita lupakan bahwa kita harus belajar juga untuk lapang dada mengakui kesalahan, meminta maaflah kepada mereka.. Meminta maaflah dan berusahalah untuk tidak melakukan kesalahan yg sama dgn sengaja.. Musuh gampang dicari,, tapi seseorang, ya, seorang yg akan tulus membantu dalam kesusahan sangatlah sulit dicari..😊
Semoga,, tahun berikutnya saya menjadi lebih baik dr tahun yang akan segera berlalu ini.. Dan semoga tahun depan, di saat saya menulis refleksi perjalanan hidup setahun, ada begitu banyak kebahagiaan akan diceritakan nantinya..😁😀
Dan diakhir kata, terima kasih untuk semua yg telah mencintai saya dengan setulus hati khususx keluarga saya, kerabat dan handai taulan, terima kasih untuk semua yg mengajari saya menjadi lebih kuat dan yg telah membuat hidup saya penuh warna cerah dan kelabu.. Dan maaf untuk semua yang tersakiti, tersinggung dan untuk semua perbuatan tdk menyenangkan baik disengaja maupun yg tdk disengaja..🙏🙏
Semoga tahun2 ke depan lebih baik lagi untuk kita semua..👍🙏🙏
Tuhan memberkati..

Sabtu, 07 Maret 2015

Hidup Dibimbing Oleh Roh

HIDUP SEBAGAI SUATU PEZIARAHAN

Perjalanan hidup kita adalah sebuah peziarahan. Dalam peziarahan itu, kita membutuhkan pertolongan Tuhan. Sejauh mata memandang, sejauh kaki melangkah, dalam peziarahan adan begitu banyak suka duka yang kita alami dan kita rasakan, silih berganti. Tepatnya dalam tradisi katolik, ziarah menjadi sangat dominan dan sangat kental dengan nuansa spiritual. Peziarahan yang kita laksanakan setiap hari adalah peziarahan yang sifatnya fisik semata. Tetapi yang sebenarnya yang kita butuhkan adalah peziarahan rohani. Peziarahan dimana kita sebagai orang beriman mengarahkan diri kita pada Tuhan. Itu sebabnya dalam tradisi gereja kita, umat beriman diajak untuk menjadi bagian dari peziarahan spiritual. Peziarahan ini adalah peziarahan yang sangat panjang dan melelahkan.
Kalau kita mengikuti ziarah tiap bulan Oktober atau Mei, mungkin secara fisik kita akan merasa capek dan lelah. Tetapi setelah kita beristirahat sejenak, duduk dan minum/makan (kalau ada) makan kita akan menjadi segar kembali. Yang sangat berat adalah perjalanan spiritual. Suka duka, gembira, sakit, tidak berdaya, merasa dihina, merasa difitnah, itu adalah bagian dari perjalanan spiritual.jadi, ketika kita mengikuti ziarah-ziarah, kita harus mengerti dengan baik bahwa yang jauh lebih penting dan bermakna adalah perjalanan spiritual. Ini adalah bagian dari perjalanan spiritual karena seseorang berusaha mencari sesuatu yang berarti dan berguna.

Selasa, 03 Maret 2015

APP 2015 minggu II

POLA HIDUP SEHAT DAN BERKECUKUPAN

SUB TEMA 2 : MENJAGA KESEIMBANGAN HIDUP JASMANI DAN ROHANI
                            Manusia seutuhnya

Teks Alkitab : Mat 4: 1 – 11
  Mat 4:1 
Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
  Mat 4:2 
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
  Mat 4:3 
Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
  Mat 4:4 
Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
  Mat 4:5 
Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
  Mat 4:6 
lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
  Mat 4:7 
Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
  Mat 4:8 
Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
  Mat 4:9 
dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
  Mat 4:10 
Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
  Mat 4:11 
Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

Senin, 02 Maret 2015

POLA HIDUP SEHAT DAN BERKECUKUPAN

SUB TEMA 1 : MENGHARGAI DAN MENGHORMATI TUBUH SEBAGAI ANUGERAH ALLAH
                            Hubungan Pribadi dengan Allah

Teks Alkitab : 1 Kor 15 : 35-49
1Kor 15:35 
Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?"
  1Kor 15:36 
Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.
  1Kor 15:37 
Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
  1Kor 15:38 
Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.
  1Kor 15:39 
Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan.
  1Kor 15:40 
Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.
  1Kor 15:41 
Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.
  1Kor 15:42 
Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
  1Kor 15:43 
Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
  1Kor 15:44 
Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
  1Kor 15:45 
Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
  1Kor 15:46 
Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
  1Kor 15:47 
Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
  1Kor 15:48 
Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
  1Kor 15:49 
Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

PENDALAMAN IMAN APP TAHUN 2015
TEMA : POLA HIDUP SEHAT DAN BERKECUKUPAN

Gerakan APP Gereja Katolik Indonesia untuk tahun 2012 – 2016 mengambil tema “MEWUJUDKAN HIDUP SEJAHTERA”. Tema besar ini direnungkan selama 5 tahun dengan tema tahun sebagai berikut :
2012       : Panggilan Hidup dan Tanggung Jawab
2013       : Menghargai Kerja : Kerja itu adalah Anugerah
2014       : Belajar Sepanjang Hidup
2015       : Pola Hidup Sehat dan Berkecukupan
2016       : Hidup Pantang Menyerah : Tekun, Ulet dan Sabar


Senin, 18 Agustus 2014

LITURGI EKARISTI DAN PANDUAN PAWAI LILIN PADA HARI RAYA SP MARIA DIANGKAT KE SURGA Paroki Makale

LITURGI EKARISTI DAN PANDUAN PAWAI LILIN
PADA HARI RAYA SP MARIA DIANGKAT KE SURGA
Jumat, 15 Agustus 2014 di Gereja Pusat Paroki Makale.

I.  RITUS PEMBUKA
1.      Lagu Pembuka:
Perarakan masuk: (Misdinar, Lektor, Pemazmur, doa umat, Pengarak Persembahan, dan Imam berarak bersama).

2.      Antifon Pembuka:
I     : Suatu tanda besar tampak di langit: seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya, dan mahkota dua belas bintang pada kepalanya.

3.      Tanda Salib dan Salam
I     : † Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U   :  Amin.
I     : Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus bersamamu.
U   : Dan  bersama rohmu.

4.      Kata Pengantar:
Maria diangkat ke Surga merupakan ajaran Gereja. Konsili Vatikan II mengajarkan, “Akhirnya Perawan tak bernoda, yng tidak pernah tekena oleh segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat melalui kemuliaan di Surga beserta badan dan jiwanya. Ia telah ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Puteranya, tuan di atas segala tuan, yang telah mengalahkan dosa dan maut” (LG art.59). Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga memberikan kepada kita pengharapan besar, yaitu menggerakkan kita dengan teladan dan doa agar bertumbuh dalam rahmat Tuhan, agar berserah pada kehendakNya, dan mencari persatuan abadi dalam Kerajaan Surga.

Rabu, 13 Agustus 2014

memory of Toraja International Festival 2014 w/ them :D

Peringatan hari ke .... orang yang sudah meninggal dalam iman katolik

Gereja katolik merayakan peringatan orang kudus sebagai hari raya (day of obligaton) pada tanggal 1 November yang ditetapkan pada jaman Paus Gregorius IV pada tahun 835.
Sehari setelah hari perayaan orang kudus disebut hari arwah (all souls day) yaitu hari yang ditetapkan untuk mengenang dan mempersembahkan doa- doa atas nama semua orang beriman yang telah wafat. Mengingat makna antara keduanya demikian dekat, maka tak mengherankan bahwa Gereja merayakannya secara  berurutan. Setelah kita merayakan hari para orang kudus, kita mendoakan para saudara- saudari kita yang telah mendahului kita, dengan harapan agar merekapun dapat bergabung dengan para orang kudus di surga.
Umat Kristiani telah berdoa bagi para saudara/ saudari mereka yang telah wafat sejak masa awal agama Kristen. Liturgi- liturgi awal dan teks tulisan di katakomba membuktikan adanya doa- doa bagi mereka yang telah meninggal dunia. Mendoakan jiwa orang- orang yang sudah meninggal telah tercatat dalam 2 Makabe 12:41-42. Di dalam kitab Perjanjian Baru tercatat bahwa St. Paulus berdoa bagi kawannya Onesiforus  (lih. 2 Tim 1:18) yang telah meninggal dunia. Para Bapa Gereja, yaitu Tertullian dan St. Cyprian juga mengajarkan praktek mendoakan jiwa- jiwa orang yang sudah meninggal. Hal ini menunjukkan bahwa jemaat Kristen perdana percaya bahwa doa- doa mereka dapat memberikan efek positif kepada jiwa- jiwa yang telah wafat tersebut. Berhubungan dengan praktek ini adalah ajaran tentang Api Penyucian. Kitab Perjanjian Baru secara implisit mengajarkan adanya masa pemurnian yang dialami umat beriman setelah kematian.  Yesus mengajarkan secara tidak langsung bahwa ada dosa-dosa yang dapat diampuni setelah kehidupan di dunia ini, (lih. Mat 12:32) dan ini mengisyaratkan adanya tempat/ keadaan yang bukan Surga -karena di Surga tidak ada dosa; dan bukan pula neraka -karena di neraka sudah tidak ada lagi pengampunan dosa. Rasul Paulus mengatakan bahwa kita diselamatkan, “tetapi seolah melalui api” (1 Kor 3:15). Para Bapa Gereja, termasuk St. Agustinus (dalam Enchiridion of Faith, Hope and Love dan City of God), merumuskannya dalam ajaran akan adanya pemurnian jiwa setelah kematian.
Selain itu, gereja katolik memperingati hari arwah setelah hari tertentu orang meninggal yaitu hari ke – 3, 7, 40, 50, 100, 1 tahun, 2 tahun, hari ke-1000. Bukan tanpa alasan bahwa sejumlah hari tersebut dipilih untuk memperingati/mendoakan arwah. Seperti dikatakan bahwa doa-doa ini juga diharapkan menjadi ungkapan akan iman dan harapan akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal.

>> hari ke – 3 dipilih karena dasar bahwa setelah hari ke-3, Yesus dibangkitkan dari antara orang mati. Pada peringatan ini pula, kita berharap agar saudara kita mengalami kebangkitan bersama Tuhan.
>> hari ke – 7 dipilih karena setelah 6 hari masa penciptaan (lihat kitab Kejadian), pada hari ke- 7 Allah berhenti dari segala pekerjaan yang telah dibuatnya dan menguduskannya. Pada peringatan ini, kita berharap agar saudara kitapun dikuduskan dan diberikan istirahat kekal dalam kerajaan Bapa.
>> hari ke – 40 dipilih berdasarkan iman bahwa 40 hari sesudah Yesus dibangkitkan, Ia diangkat ke surga. Pada peringatan hari ini, kita berharap saudara kita turut diangkat ke surga.
>> hari ke-50 dipilih karena 50 setelah Yesus dibangkitkan, Ia mengutus Roh Kudus untuk menghibur kita. Kita berharap bahwa pada saat ini kita yang ditinggalkan mendapat penghiburan dari Tuhan melalui Roh Kudus. Setelah hari ini, semua tanda perkabungan dilepaskan karena kita percaya bahwa kita mengalami penghiburan yang sejati dari Tuhan.
>> hari ke-100 , 100 dipercaya sebagai angka sempurna. Hal ini digunakan pula dapat menilai kinerja. Pada hari ke-100 kita berharap semoga saudara kita mendapat kesempurnaan di surga.
>> peringatan 1 th, 2 th dst ... saat saudara kita meninggal, kita percaya bahwa Ia mengalami “kelahiran” di surga, memulai kehidupan abadi di surga. Jadi selayaknya kelahiran kita memperingati ulang tahun, sama halnya kelahiran di surgapun kita memperingati ulang tahun kelahirannya di surga.

>> hari ke – 1000 , ketika orang Jawa menghitung hari, ketika mereka menyebutkan 1000 itu berarti sudah lama. Namun merujuk pada kitab suci, 1000 merupakan seluruh jumlah hari dimana Yesus berkarya. Ia mulai berkarya mulai dihitung ketika Yesus membaca ayat dalam Bait Suci dan mengatakan bahwa pada hari ini naas ini terpenuhi. Dan ia selesai berkarya ketika di salib dan mengatakan selesailah sudah. Beberapa ahli menghitungnya dan itu genap 1000 hari. Ini berarti bahwa saudara kita telah lama meninggal dan kita tetap berharap ia memperoleh yang ia butuhkan di surga dan kita berharap, kita yang ditinggalkan dan ia yang sudah pergi dapat saling mendoakan.

_dari berbagai sumber_

Selasa, 12 Agustus 2014

Mengapa orang katolik mendoakan orang yang sudah meninggal??

Bagi seorang kristen, kematian bukanlah semata-mata akhir hidup melainkan suatu peristiwa iman. Pada saat kematian, bersama dengan Kristus, kita beralih dari dunia yang fana ini kepada kehidupan kekal. Kita menghadap Bapa dan sesudah disucikan dari dosa, kita diterima dalam keluarga Allah yang berbahagia.
Maka sangatlah tepat untuk merayakan misa dalam rangka pemakaman orang beriman sebab dengan demikian kita mengungkapkan harapan bahwa Kristus akan merubah tubuh kita yang hina menjadi serupa dengan TubuhNya yang mulia” (FLP 3:21). Kita memohonkan kebahagiaan abadi bagi saudara kita serta ikut serta dalam duka nestapa keluarga yang berkabung, dan sekaligus juga kita memberikan kesaksian kepada yang turut hadir yang bukan kristen tentang iman kita yang penuh harapan.
Sebenarnya, prinsip dasar ajaran Gereja Katolik untuk mendoakan jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal adalah adanya Persekutuan Orang Kudus yang tidak terputuskan oleh maut. Rasul Paulus menegaskan “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Rm 8:38-39).
Kuasa kasih Kristus yang mengikat kita semua di dalam satu Tubuh-Nya itulah yang menjadikan adanya tiga status Gereja, yaitu:
1.       yang masih mengembara di dunia
2.       yang sudah jaya di surga
3.       yang masih dimurnikan di Api Penyucian.
Dengan prinsip bahwa kita sebagai sesama anggota Tubuh Kristus selayaknya saling tolong menolong dalam menanggung beban (Gal 6:2) di mana yang kuat menolong yang lemah (Rm 15:1), maka jika kita mengetahui (kemungkinan) adanya anggota keluarga kita yang masih dimurnikan di Api Penyucian, maka kita yang masih hidup dapat mendoakan mereka, secara khusus dengan mengajukan intensi Misa kudus (2 Mak 12:42-46).
Adat istiadat yang terkait dengan upacara untuk orang yang sudah meninggal meliputi – memandikan jenazah, menunggu jenazah atau tirakatan, pemberkatan jenazah, perarakan ke kuburan, pemakaman dan peringatan arwah setelah hari tertentu – hendaknya diwarnai ungkapan iman akan kehidupan kekal.

Dalam liturgi untuk orang mati, gereja memberi penghormatan kepada jenazah, bukan untuk memujanya, bukan untuk menghalau roh-roh jahat ataupun menjauhkan roh orang mati jangan sampai mengganggu orang yang masih hidup; melainkan untuk melepas pergi seorang saudara/kerabat/teman yang dikasihi, saling memberi penghiburan untuk kita yang ditinggalkan, mengungkapkan persekutuan kita dengan kaum beriman yang sudah meninggal dan menyatakan kepercayaan dan harapan kita akan kebangkitan badan pada hari kiamat.