#under_header{ margin:10px 0; padding:1%; width:98%; }
Tampilkan postingan dengan label tourism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tourism. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Maret 2013

Ma' Bugi from Toraja

Ma' Bugi' is one dance that expresses thankfulness of Toraja people. Anciently, this dance wasused to worship ancestors, but over time is used to symbolize togetherness in the event Rambu Tuka'. This dance is similar toMa'Badong. The difference is Ma' Bugi performed at the Rambu Tuka' (gratefully) while Ma'Badong when Rambu Solo' (mourning) sothat the words or a poem that used to accompany the dances are different.

https://plus.google.com/u/0/109020278686543676117/videos
Ma' Bugi fromToraja Land by Bati'na nek Teko at Sangalla January 2nd 2013

Rabu, 27 Februari 2013

Adat dan budaya Toraja


Orang Toraja tidak dapat terlepas dari adat dan budaya.  Lahir, hidup dan mati melibatkan adat dan budaya Toraja ibarat mata rantai yang tidak terputuskan. Pada saat orang Toraja lahir dan menjalani kehidupan, mereka diikat oleh Suru'; saat masuk dalam perkawinan, mereka diikat oleh Tana dan pada saat meninggal, mereka diikat oleh Sangka' dan semuanya sesuai dengan strata sosial masing-masing.

Dalam tatanan hidup orang Toraja, terkenal 4 strata sosial (Tana’) yaitu:
1.      Tana’ Bulaan (strata emas)
2.      Tana’ Bassi (strata Besi)
3.      Tana’ Karurung (strata kayu kuat)
4.      Tana’ Kua-Kua (strata kayu yang cepat lapuk)

Adat dan budaya orang Toraja dikenal dalam 2 jenis rambu (upacara) yaitu Rambu Tuka’ dan Rambu Solo’. Rambu Tuka’ berkenaan dengan upacara adat yang melibatkan upacara syukur atas sesuatu seperti pernikahan, syukur rumah baru, syukur atas berkat-berkat Tuhan seperti panenan. Sementara rambu solo’ berkenaan dengan upacara adat kedukaan atas kematian.

Selasa, 26 Februari 2013

Arti Tongkonan bagi masyarakat Toraja


Tongkonan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Toraja. Hal ini karena Tongkonan bagi keluarga besar orang Toraja merupakan gambaran keberadaan setiap orang atau bagi setiap rumpun keluarga. Lebih jauh lagi, Tongkonan merupakan lambang pemersatu bagi setiap orang ataupun keluarga yang terus menerus berkembang namun berasal dari satu sumber leluhur yang sama yang telah berkarya dan mengemban tanggung jawab yang besar dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui sebuah Tongkonan. Tongkonan bagi masyarakat Toraja dapat dikatakan merupakan suatu lembaga berbadan hukum adat dan budaya orang Toraja, yang sudah turun temurun hingga kini sehingga patut dilestarikan dan dilanjutkan.

Sabtu, 14 Januari 2012

Weekend edisi Bantimurung


Menikmati liburan yang datangx sesekali adalah suatu anugrah.. Heheheh,,, bukan “anu gratis” c.. Tapi lumayanlah buat yang rada-rada kere. [Maklum mahasiswa yang belum punya penghasilan]…..
7 Januari 2012,, setelah mencoba mencari tempat weekend yang tak biasa selain berkeliling di kota Makassar yang sudah terasa penat, akhirnya ada juga yang mengajak berwisata kembali ke Bantimurung,di kabupaten Maros. Mungkin sebagian orang sudah terbiasa ke sana.