#under_header{ margin:10px 0; padding:1%; width:98%; }

Rabu, 24 Februari 2016

PI APP 2016 OMK Paroki Makale Minggu I

PENDALAMAN IMAN APP TAHUN 2016
ORANG MUDA KATOLIK
PAROKI HATI TAK BERNODA SP MARIA MAKALE
TEMA : HIDUP PANTANG MENYERAH - TEKUN, ULET DAN SABAR
 



PERTEMUAN OMK I
SUB TEMA : HIDUPKU ADALAH SEBUAH PERJUANGAN

Hasil yang diharapkan :
1.     OMK menyadari bahwa hidup adalah anugrah dari Tuhan yang harus diperjuangkan terus-menerus
2.     OMK menyadari bahwa hidup mempunyai nilai, sasaran dan tujuan yang tidak boleh dirusak (seperti narkoba, miras, pergaulan bebas dll)
3.     OMK menyadari bahwa dalam perjuangan hidup setiap orang harus rela berkorban untuk mencapai keberhasilan hidup

PROSES PENDALAMAN
1.     Lagu Pembukaan
2.     Tanda Salib dan Salam
P   : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U  : Amin
P   : Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dalam persekutuan Roh Kudus selalu beserta kita
U  : Sekarang dan selama-lamanya.


3.     Kata Pengantar
P   : Rekan-rekan OMK yang terkasih, kita telah memasuki Masa Prapaskah. Selama Masa Prapaskah ini, kita diajak untuk merenungkan dan mendalami tema APP 2016 : Hidup Pantang Menyerah : Tekun, Ulet dan Sabar. Tema ini merupakan kelanjutan dari tema-tema tahun sebelumnya dalam Gerakan APP Nasional 2012-2016 yang berusaha untuk MEWUJUDKAN HIDUP SEJAHTERA.
       2012         : Panggilan Hidup dan Tanggung Jawab
       2013         : Kerja adalah Anugerah dari Allah
       2014         : Belajar Sepanjang Hidup
       2015         : Pola Hidup Sehat dan Berkecukupan
       Pendalaman tema APP kita dibagi dalam 4 pertemuan dan pada pertemuan pertama ini, kita akan membahas sub tema : Hidupku adalah Sebuah Perjuangan. Hidup kita adalah sebuah anugerah dari Tuhan, sesuatu yang indah, penuh berkat dan memiliki nilai-nilai tidak tergantikan sehingga harus diperjuangkan terus-menerus. Dalam perjuangan itu, kita memerlukan pengorbanan untuk mencapai tujuan hidup kita masing-masing.
       Untuk itu, sebelum kita melanjutkan ibadah ini, marilah kita menyiapkan diri sambil menyadari segala kekurangan dan keterbatasan kita akan layak dan pantas mengikuti ibadah ini. Kita hening sejenak.

4.     Pemeriksaan Batin dan Pernyataan Tobat (hening)
P     : Marilah kini kita menyesali dosa-dosa kita dengan berdoa tobat.
P+U  :    Allah yang Maharahim…
P     : Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U    : Amin

5.     Doa Pembuka
P   : Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, kami telah memasuki masa Prapaskah, masa dimana kami mempersiapkan diri untuk merayakan misteri penebusan yang menyelamatkan kami. Dalam masa ini, kami akan mendalami dan merenungkan kehidupan yang telah Engkau berikan kepada kami.
       Semoga melalui sabda-Mu yang sebentar lagi akan kami dengarkan dan renungkan, kami menyadari bahwa hidup kami adalah anugerah dari-Mu yang harus kami isi dengan usaha dan perjuangan. Semoga sabda-Mu memampukan kami menghadapi segala macam tantangan hidup ini dengan kuat, tabah dan hati teguh dalam iman akan Dikau. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kami, yang hidup dan berkuasa dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang masa.
U  : Amin

6.     Lagu pengantar sabda
7.     Teks Alkitab 2 Tim 4:1-8
­1Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataanNya dan demi KerajaanNya: 2Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 3Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 5Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! 6Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya.

8.     Pendalaman Bacaan dengan Metode Diskusi dan Sharing Pengalaman

POWERFUL INSPIRATION
Pada Olimpiade tahun 1992 yang diadakan di Barcelona, Spanyol, salah satu bidang yang diperlombakan adalah lari 400 m. Derek Redmond merupakan pelarikan yang sangat difavoritkan untuk meraih juara satu pada lomba lari tersebut. Ketika lomba akan dimulai, Derek Redmond melakukan pemanasan seperti biasa. Sepertinya ia akan mendapatkan medali dengan mudah. Hal ini terlihat ketika perlombaan sudah dimulai. Ia berlari sekencang-kencangnya.
Namun, apa yang terjadi?
Pada jarak 150 m, Derek merasakan rasa sakit yang tak tertahankan pada paha belakang kakinya. Sambil menahan nyeri yang tak tertahankan, ia jongkok dan memegang otot pahanya yang kejang. Dia jongkok selama beberapa saat. Dua orang petugas kesehatan mendatanginya untuk memesiksanya dan menganjurkan agar ia ke pinggir jalur perlombaan.
Namun, tiba-tiba dia berdiri dan mulai berlari sambil tertatih-tatih. Dia mencoba berlari tapi hanya bisa berjalan sambil memegangi kakinya yang sakit. Seorang petugas dating dan menyarankan ia untuk berhenti, tetapi ia terus mencoba berlari. Dia tidak mau menyerah. Bertekad untuk menyelesaikan perlombaan itu, ia kemudian melanjutkannya.
Dari balik kerumunan penonton, ada seseorang yang berlari ke arah Derek. Dia tidak menghiraukan petugas keamanan yang berusaha mencegahnya. Orang itu mendekati Derek dan kemudian memapahnya. Orang itu adalah ayahnya.
Ketika sudah dipapah ayahnya, Derek tidak bisa menahan rasa kecewanya. Dia menangis sekuatnya. Ayahnya berkata,”Kamu tidak harus melakukan ini.” Tetapi Derek berkata,”Saya harus menyelesaikannya.” “Baiklah, kita selesaikan bersama-sama,” kata ayahnya. Mereka kemudian berjalan bersama-sama. Derek berjalan sambil memegang pahanya yang sakit, sedangkan ayahnya memapahnya.
Pada saat mereka sudah hamper mencapai garis finis, ayah Derek membiarkan Derek berjalan sendiri dan menyelesaikan perlombaannya. Lebih dari 65.000 penonton berdiri dan memberikan penghormatan dan semangat dengan berdiri sambil bertepuk tangan. Tentu dialah yang terakhir mencapai garis finis, tetapi dialah juara sejati. Kebanyakan orang tidak ingat siapa yang pertama masuk garis finis, tetapi orang selalu ingat Derek Redmond yang berhasil menyelesaikan perlombaannya meskipun mengalami kejang otot paha.
Pertanyaan Penuntun:
1.     Apakah ada pengalaman hidupmu yang sama atau mirip dengan yang dialami Derek Redmond?
2.     Jika kamu mengalami apa yang dialami oleh Derek Redmond?
3.     Inspirasi atau pesan apa yang kamu peroleh dari kisah Derek Redmond tadi jika dikaitkan dengan bacaan dari 2 Tim 4:1-8 yang sudah kita dengarkan?

9.     Penjelasan Teks Alkitab dan Sub Tema:
Dalam teks ini, Paulus berpesan kepada Timotius agar selalu siap sedia melaksanakan tugas pelayanannya dalam memberitakan Injil, entah itu waktunya baik atau tidak dan berani menyatakan apa yang salah dan menegur mereka menyimpang dari ajaran sehat dengan segala kesabaran dan pengajaran. Tugas Timotius ini tidak mudah karena banyak orang yang lebih suka menerima ajaran sesat daripada menerima sehat. Jadi, Timotius harus menguasai diri dan sabar menderita, sama seperti Paulus yang telah menunaikan tugasnya dengan baik sampai akhir hidupnya.
Demikian juga yang dialami Derek Redmond dalam kisah yang tersebut. Dia pantang menyerah. Meskipun dia mengalami cedera otot (hambatan/masalah) dan banyak yang menyarankan untuk berhenti, dia tetap terus berusaha untuk menyelesaikan perlombaannya sampai akhirnya dia mengakhiri pertandingan dengan baik (bdk 2 Tim 4:7).
Hidup ini penuh perjuangan. Tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa perjuangan, tidak ada keberhasilan hidup tanpa peluh, keringat, dan air mata. Bahkan, Thomas Alva Edison berkata,”Kesuksesan adalah 1% kegeniusan dan 99% kerja keras.” Semakin dekat pula penemuan kita akan makna kehidupan yang sesungguhnya.
Orang muda memiliki cara pandang optimis dan meletakkan perjuangan hidup sebagai bagian dari dinamika hidup yang bergulir. Dalam perjalanan waktu, hidup akan semakin berisi dan berarti. Ibarat sekuncup the, hanya akan mengeluarkan sari ketika diseduh dan dimasukkan ke dalam air panas. Demikian pula hidup manusia, terkadang harus masuk dalam panas serta getirnya kehidupan, baru menemukan makna kehidupan yang sesungguhnya.
Itulah kehidupan. Pasang surut pasti terjadi dalam hidup kita. Kita tidak dapat berharap bahwa hanya yang baik-baik saja yang ingin kita alami. Sama halnya dengan mata uang, kita harus menerima sisi yang satunya tanpa dapat menolak sisi yang lainnya. Penderitaan, tantangan, kesulitan bahkan kegagalan sering muncul dalam proses kehidupan kita. Namun, perlu diingat bahwa kesalehan, kekuatan, karya-karya baik, prestasi besar, keberhasilan tidak didapat begitu saja melainkan diupayakan dengan penuh perjuangan dan kerja keras.
Demikian juga yang dialami oleh Yesus. Untuk sampai pada kebangkitan, Yesus harus terlebih dahulu mengalami sengsara dan wafat. Oleh karena itu, kita sebagai OMK, yang mengikuti Kristus, harus berjuang pantang menyerah untuk mengisi kehidupan kita dengan hal-hal baik dan menyelesaikannya dengan baik pula.
Kesimpulan :
Dalam memperjuangkan hidup, kita harus tetap memelihara iman karena kita tahu hidup adalah sebuah anugrah dari Tuhan yang mempunyai nilai, sasaran dan tujuan maka perlu diperjuangkan secara terus-menerus sehingga kita dapat mencapai garis akhir hidup kita di mana Allah telah menyediakan bagi kita mahkota kebenaran. (bdk ay 7-8). Seperti yang dialami oleh Derek Redmond, meskipun mengalami masalah, ia tetap terus berjuang untuk mencapai tujuan akhirnya. Oleh karena itu marilah kita menjaga hidup kita dengan cara jangan merusaknya seperti dengan menggunakan narkoba, miras, pergaulan bebas, main judi dll.

10.            Doa Permohonan: (spontan)
11.            Kolekte
12.            Bapa Kami
13.            Doa Penutup
P   : Allah Bapa yang Mahakuasa, Engkau telah menganugerahkan kehidupan kepada kami. Semoga kami mampu mengisi kehidupan ini dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Semoga kami juga tidak mudah putus asa dan pantang menyerah untuk memperjuangkannya demi kebaikan kami sendiri dan juga orang lain.
       Kami menyadari bahwa banyak tantangan dan kesulitan yang akan kami hadapi, terutama kami sebagai orang muda. Kami mohon, kuatkanlah kami dengan rahmat-Mu agar kami mampu mengatasi segala tantangan dan masalah yang kami hadapi. Dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami.
U  : Amin

14.            Berkat dan Pengutusan
P   : Semoga Tuhan beserta kita
U  : Sekarang dan selama-lamanya
P   : Semoga kita sekalian senantiasa dibimbing, dilindungi dan diberkati oleh berkat Allah yang Mahakuasa dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
U  : Amin
P   : Rekan-rekan OMK yang terkasih, dengan demikian ibadat kita telah selesai
U  : Syukur kepada Allah
P   : Marilah kita pergi, kita diutus
U  : Amin


15.            Lagu Penutup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar