#under_header{ margin:10px 0; padding:1%; width:98%; }

Kamis, 07 Maret 2013

Sintesis Aspirin


TEORI UMUM

 Asam salisilat, asam asetilsalisilat (aspirin), asetanilida, dan salisin, suatu kandungan kulit kayu Salix alba. Di samping menghilangkan nyeri, zat ininmempunyai aktivitas antipiretik. Semuanya mempunyai aktivitas antiradang yang bermanfaat, kecuali anilida sederhana. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini, obat-obat tersebut terbukti dapat mempengaruhi metabolisme atau kerja sejumlah mediator biokimia dan sel pada proses peradangan. Selama kurun waktu yang sama, efek system saraf pusat primer untuk obat-obat ini dalam meringankan nyeri, menjadi lebihbertentangan. Jadi,pengacuan pada obat tersebut sebagai analgetika yang bekerja perifer dan kemudian sebagai obat antiradang nonsteroid menjadi makin popular. (1, 484)

Rabu, 06 Maret 2013

Ma' Bugi from Toraja

Ma' Bugi' is one dance that expresses thankfulness of Toraja people. Anciently, this dance wasused to worship ancestors, but over time is used to symbolize togetherness in the event Rambu Tuka'. This dance is similar toMa'Badong. The difference is Ma' Bugi performed at the Rambu Tuka' (gratefully) while Ma'Badong when Rambu Solo' (mourning) sothat the words or a poem that used to accompany the dances are different.

https://plus.google.com/u/0/109020278686543676117/videos
Ma' Bugi fromToraja Land by Bati'na nek Teko at Sangalla January 2nd 2013

Minggu, 03 Maret 2013

Mengapa Aku ada di sini???


Kita tidak pernah minta dilahirkan dan tak pernah bias menghindari kematian yang sifatnya mutlak. Tapi, kita tak hanya terfokus pada kelahiran dan kematian melainkan kita diberi kesempatan untuk menjalani hidup. Seberapapun buruknya, baiknya ataupun semua resiko yang ada, kita diberi oleh yang Empunya Kehidupan.

Sejak kita kecil, banyak yang memikirkan suatu cita-cita yang menarik buat kita masing-masing. Namun terkadang cita-cita yang kita miliki berubah seiring berjalannya waktu. Ketika kita diperhadapkan pada pertanyaan mengapa kita menginginkannya, akan beragam alas an yang terlontar.
Kita menjalani hidup kita, tahun demi tahun, dan ketika kita berhenti sejenak dan merenung, kita menemukan bahwa yang kita kejar selama ini adalah kenikmatan yang hasinya selalu sama – kepuasan yang hanya sementara. Sensasi, kedudukan social yang tinggi, nama baik, gairah, gelar, dan tawa yang sifatnya tidak kekal.

Rabu, 27 Februari 2013

Adat dan budaya Toraja


Orang Toraja tidak dapat terlepas dari adat dan budaya.  Lahir, hidup dan mati melibatkan adat dan budaya Toraja ibarat mata rantai yang tidak terputuskan. Pada saat orang Toraja lahir dan menjalani kehidupan, mereka diikat oleh Suru'; saat masuk dalam perkawinan, mereka diikat oleh Tana dan pada saat meninggal, mereka diikat oleh Sangka' dan semuanya sesuai dengan strata sosial masing-masing.

Dalam tatanan hidup orang Toraja, terkenal 4 strata sosial (Tana’) yaitu:
1.      Tana’ Bulaan (strata emas)
2.      Tana’ Bassi (strata Besi)
3.      Tana’ Karurung (strata kayu kuat)
4.      Tana’ Kua-Kua (strata kayu yang cepat lapuk)

Adat dan budaya orang Toraja dikenal dalam 2 jenis rambu (upacara) yaitu Rambu Tuka’ dan Rambu Solo’. Rambu Tuka’ berkenaan dengan upacara adat yang melibatkan upacara syukur atas sesuatu seperti pernikahan, syukur rumah baru, syukur atas berkat-berkat Tuhan seperti panenan. Sementara rambu solo’ berkenaan dengan upacara adat kedukaan atas kematian.